Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Agustus 2014
Minggu, 10 Februari 2013
Kepada Waktu,
Kepada detik yang terus berjalan dan tak punya jalan pulang
Kepada hari yang selalu berbohong bahwa ia berulang tujuh
Sebagaimana waktu, semua yang terikat padanya juga terus berjalan dan lupa jalan pulang.
Hanya sesekali mengirim kabar dalam wujud kenangan.
Senin, 05 Maret 2012
Pada Sebuah Benih
Pada jalan setapak yang memperlihatkan paradoks
Pada pohon-pohon,entah apa namanya yang hanya diam
Pada burung kutilang yang dari tadi tertawa dan mungkin menertawakanku
Pada ilalang yang hanya terus berbisik pada sesamanya dan akupun tak mengerti
Pada batu kapur yang pecah dan debu kecilnya mulai terbang, akupun tak tahu kemana
Dan sekali lagi aku hanya membisu meskipun ini berkali-kali aku lihat dalam tahun-tahun terakhir ini
Pada pohon-pohon,entah apa namanya yang hanya diam
Pada burung kutilang yang dari tadi tertawa dan mungkin menertawakanku
Pada ilalang yang hanya terus berbisik pada sesamanya dan akupun tak mengerti
Pada batu kapur yang pecah dan debu kecilnya mulai terbang, akupun tak tahu kemana
Dan sekali lagi aku hanya membisu meskipun ini berkali-kali aku lihat dalam tahun-tahun terakhir ini
Sempat mataku menerawang sambil duduk pada tunggul batu kapur sambil tersengal-sengal,
sambil mencoba menghitung tetes-tetes peluh yang ikut menguap pula,
dan sambil meluruskan kaki yang dari tadi tidak mau kompromi.
sambil mencoba menghitung tetes-tetes peluh yang ikut menguap pula,
dan sambil meluruskan kaki yang dari tadi tidak mau kompromi.
Sabtu, 13 Maret 2010
Kupikir Lagi...!!!
Kupikir..!!!
api yang kemarin sempat kita bicarakan bukanlah api bagi mereka.
ataukah mereka tidak rasa karena telah menjadi bagian dari api itu...???
ataukah apinya yang kurang besar...???
ataukah hanya kita yang sadar dengan keberadaan api itu...???
api yang kemarin sempat kita bicarakan bukanlah api bagi mereka.
ataukah mereka tidak rasa karena telah menjadi bagian dari api itu...???
ataukah apinya yang kurang besar...???
ataukah hanya kita yang sadar dengan keberadaan api itu...???
Kupikir kawan...!!!
sampai kapan kita bertahan dengan api itu...???
sampai kapan kita punya energi tuk mencari kayu bakar, kertas, dan ilalang kering...???
sampai kapan kita harus menunggu agar api itu bisa membakar segalanya...???
sampai kapan kita bertahan dengan api itu...???
sampai kapan kita punya energi tuk mencari kayu bakar, kertas, dan ilalang kering...???
sampai kapan kita harus menunggu agar api itu bisa membakar segalanya...???
Kupikir lagi kawan...!!!
haruskah kita jadi bagian dari kayu bakar itu...???
atau membiarkannya padam saja biar api itu tak lagi menjadii sebuah harapan....!!!!
haruskah kita jadi bagian dari kayu bakar itu...???
atau membiarkannya padam saja biar api itu tak lagi menjadii sebuah harapan....!!!!
Sabtu, 13 Februari 2010
Kupikir...!!!
Kupikir.....!!!
Bunga api sudah menampakkan diri dan bahkan telah menimbulkan kebakaran kecil...
Tapi sayangnya kawan, kebakaran itu tidak mampu membuat panas orang-orang di sekitarnya. Dan parahnya orang-orang malah senang bermain-main dengan api kecil itu dan menjadikannya sumber kehangatan di Bumi ini...
Bunga api sudah menampakkan diri dan bahkan telah menimbulkan kebakaran kecil...
Tapi sayangnya kawan, kebakaran itu tidak mampu membuat panas orang-orang di sekitarnya. Dan parahnya orang-orang malah senang bermain-main dengan api kecil itu dan menjadikannya sumber kehangatan di Bumi ini...
Kupikir lagi....!!!
Saatnya kita menyiapkan kayu bakar, minyak tanah, kertas koran, ilalang kering, atau apalah yang bisa dibakar agar api kecil tadi bisa besar dan semakin besar lagi.
Api besar tadi harus ada kawan, agar panasnya bisa merambat ke tiap-tiap sumsum tulang orang yang ada disekitarnya, atau bahkan api itu bisa membakar seluruh yang ada supaya orang-orang tadi tidak hanya merasa panas tapi juga menjadi bagian dari api itu...
Saatnya kita menyiapkan kayu bakar, minyak tanah, kertas koran, ilalang kering, atau apalah yang bisa dibakar agar api kecil tadi bisa besar dan semakin besar lagi.
Api besar tadi harus ada kawan, agar panasnya bisa merambat ke tiap-tiap sumsum tulang orang yang ada disekitarnya, atau bahkan api itu bisa membakar seluruh yang ada supaya orang-orang tadi tidak hanya merasa panas tapi juga menjadi bagian dari api itu...
Kupikir lagi untuk ketiga kalinya...!!!
Api itu harus benar2 besar kawan...
Supaya semua orang tau bahaya bermain api...resiko panas atau terbakar olehnya.
Ataukah kita matikan saja api itu...?
Dan bumi ini akan kembali gelap dan dingin seperti kita tidak pernah ada saja...
Api itu harus benar2 besar kawan...
Supaya semua orang tau bahaya bermain api...resiko panas atau terbakar olehnya.
Ataukah kita matikan saja api itu...?
Dan bumi ini akan kembali gelap dan dingin seperti kita tidak pernah ada saja...
Langganan:
Postingan (Atom)
